Sunday, 14 October 2018

Pengertian Teks Fiksi adalah Cerita Rekaan Tentang Suatu Peristiwa Berdasarkan Imajinasi

Teks fiksi adalah cerita rekaan tentang peristiwa-peristiwa yang didasarkan pada imajinasi atau khayalan, bukan berdasarkan fakta atau kejadian yang sesungguhnya, hanya berdasarkan rekaan pengarang saja.

Dalam teks fiksi, kita mengenal istilah tokoh dan watak atau penokohan. Tokoh adalah pelaku yang mengalami peristiwa dalam cerita. Penokohan adalah cara pengarang menggambarkan karakter tokoh-tokoh dalam cerita. Watak/penokohan dapat menggambarkan sifat, penampilan lahir, maupun batin pelaku cerita.

Berdasarkan peranannya dalam suatu cerita, tokoh dibedakan menjadi dua jenis, sebagai berikut :

  1. Tokoh protagonis merupakan tokoh yang mendukung cerita. Biasanya ada satu atau dua figur tokoh protagonis utama yang dibantu tokoh lain yang terlibat dalam cerita. Tokoh jenis ini biasanya berwatak baik, dan menjadi idola pembaca atau pendengar.
  2. Tokoh antagonis merupakan tokoh yang menjadi penentang cerita. Biasanya ada satu atau dua figur tokoh yang menentang cerita. Tokoh jenis ini berwatak jahat dan dibenci oleh pembaca atau pendengar. 

Teks cerita fiksi dapat kita lihat dari cerita yang disajikan dalam novel, cerpen, dan roman.

Contoh Teks Fiksi


Wayang? No or Yes?

oleh Arnetta Fasya Sayyidina

Suatu pagi yang cerah di daerah Los Angeles. Anak bernama Dania segera terbangun dari mimpi terakhirnya di Los Angeles. Hari ini, Dania dan keluarganya, akan pergi ke Indonesia. "Good morning, my honey!" sapa mama Dania.

"Mama! Jangan buat aku semakin ingin mengeluh deh," Dania menggerutu tiba-tiba.
"Loh? Mama kan hanya menyapamu," balas mama tak paham.

"Aku suka bahasa itu mah! Sekarang, mama, papa, ngajak aku pindah ke Indonesia! Yang bahasanya udah pasti jelek banget!" Dania menggerutu sebal. Padahal, Indonesia itu negara asalnya.

"Dania. Kamu itu asli Indonesia!" kata mama. Dania memang terlahir dari keluarga yang sangat cinta tanah air.

"Mama selalu bilang seperti itu!" Dania langsung ngambek dan membanting pintu kamar nya, Ckckkck.. Manja ya?

Triiingg. Alarm Dania berbunyi, Dania membuka selimutnya dan berjalan ke lantai bawah. la melewati tangga dengan mata setengah terpejam.

"Aaaaw!" Dania berteriak cukup kencang, mengagetkan seisi rumah. Mama yang sedang menyiapkan sarapan di meja makan, segera tergopoh-gopoh menuju tangga.

"Dania?! Kamu kenapa, Hone/?\" Mama tersentak melihat Dania jatuh dari tangga. Mama menuntun Dania ke ruang makan.

"Ini gara-gara Mama! Sudah aku bilang kan, Indonesia jelek, Ma! Lihat! Aku jatuh. Coba kalau kita masih di Los Angeles, aku gak pernah jatuh!" keluh Dania.

"Dania! Itu karena kamu berjalan masih tertidur! Jangan salahkan Indonesia seperti itu! Indonesia ini tanah airmu!" mama menasihati. Mama membuka ponselnya sebentar. "Oh ya, Dania," mama menghentikan ucapannya, "Mama sudah memasukkan kamu ke Sanggar Seni Budaya Wayang Kulit. Belajar memainkan wayang itu bagus, Iho! Di samping itu, kamu juga bisa mengenal corak batik di sana!" ucap mama penuh semangat.

"What! Aku! Mau belajar WAYANG!" Dania memuntahkan makanan yang sedang dikunyahnya.

"Iwwhh Mama! Bisa gaksih, cariin aku ekskul yang lebih bermutu?! Kayak Cheers, Dance, Collorgard.. dan..," sebelum Dania melanjutkan kata-katanya, mama menyerbunya.

"Dania! Justru ini bermutu! Apa manfaatnya kamu ikut Cheers? Hanya menari saja, Dance, Collorgard.. sama saja! Kalau kamu ikut ekskul wayang, kamu bisa mengenal Indonesia!" bantah mama atas tuduhan Dania bahwa Indonesia selalu jelek.

"Mom\ Are you know?\ I hate Indonesia very much\" Dania berlari meninggalkan meja makan. la mengurung diri di kamar, Dania tak ingin memasuki sekolah barunya.

Pada malam hah. Saat papa pulang, mama melaporkan semuanya pada papa. Papa pun mengetuk pintu kamar Dania lembut, tapi karena tak ada jawaban, akhirnya papa memaksa masuk. Dania tersentak kaget.

"Pa..Pa.. Papa." ucap Dania terbata.

"Dania!" ucap papa tegas. "Apa benar, kamu membentak mama tadi pagi? Apa benar kamu tidak mau sekolah dan mengurung diri di kamar, hanya karena tidak mau masuk Sanggar Seni Budaya Wayang Kulit?" tanya papa, sementara Dania ketakutan.

"Ee.. Ehmm.. I.. Iy..a.." Dania berucap ketakutan.

"DANIA!" kata papa keras. "Kenapa sih kamu benci sama Indonesia? Indonesia itu gak seperti yang kamu pikirkan! Indonesia itu indah! Banyak budayanya! Hanya wajah-wajah seperti kamu ini, yang membawa keburukan bagi bangsa ini!" Dania makin ketakutan.

"Papa jahat! Papa gak pernah ngerti Dania! Dania cuma mau tinggal di Los Angeles! Dania itu orang luar negeri, Pa! Dania lahirdi Los Angeles! Berarti, Dania orang luar negeri, Pa!" sahut Dania.

"Kamu jangan membantah Dania! Jangan soktau kamu! Kami adalah keturunan Bangsa Indonesia, begitu pula kamu!" sahut mama. Dania tak menyangka orangtuanya bisa begitu padanya. Selama ini Dania merasa bebas tidak diawasi.

"Mereka jahat! Gak pernah ngerti aku gak mau ninggalin Los Angeles!" ucap Dania bersungut-sungut.

Pagi itu, Dania bangun dengan muka kusut. la sangat sebal, hah ini harus berangkat ke sekolah yang menurutnya norak itu.

"Bagaimana, bagus kan bajunya?" tanya mama tersenyum.

"Bagus apa sih, Ma? Ini tuh, J E L E K, bangeeeeet!" ucap Dania sambil berpura-pura jijik pada bajunya.

"Sudahlah, ayo berangkat!" timpal papa.

"Pa, pasti, anak-anak Indonesia dekil dan bau ya? Karena mereka kan gak pernah mandi!" ejek Dania.
Papa membalas dengan masam. "Kamu jangan sombong dan berkata seperti itu, Dania!" Sesampai di sekolah,

"Wan, keren sekali mobilnya!" seru teman-teman baru Dania yang memandang mobil nan panjang milik Dania. Mobil itu ber-plat D 4 NIA. Norak banget sih! Lihat mobil begini saja sampai segitunya, batin Dania. Dania pun mencari kelas VI E3.

"Ini dia," ucap Dania memasuki kelasnya. Setelah pelajaran dimulai, Dania pun mengikuti pelajaran dengan malas. Huh, hari ini, ada les wayang! lih gak bagus banget deh! Biasanya, hari ini aku Nge Cheers sama Tanivsha, Janndhse, Chenneima, dan Galaxdy, gerutu Dania. Dania pun memasuki kelas wayang dan mulai berlatih..

"Wah, Wayang seru juga," ucapnya. Dari minggu ke minggu. Dania semakin menyukai wayang. Dan, Dania juga sangat cinta Indonesia. Mama dan papa jadi lebih sayang dan menyukai Dania yang sekarang tak suka marah-marah lagi dan gak manja lagi.

Setelah kamu membaca cerita fiksi diatas, coba jawab pertanyaan dibawah ini :
1. Apa Judul Cerita Di atas?
2. Sebutkan tokoh dan penokohan dalam cerita di atas?
3. Bagaimana watak Dania dalam cerita di atas ?
4. Apa yang tidak disukai Dania?
5. Apa yang menyebabkan Dania menyukai Indonesia?

No comments:

Post a Comment